P1030956Menurut WHO, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India. Lebih dari 40,3 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok dan terpapar asap rokok di lingkungannya. Data Kemenkes pada tahun 2012 melaporkan bahwa perokok pria dan wanita mencapai 36,1 persen dari komposisi penduduk atau ada sekitar 61,4 juta penduduk yang mengonsumsi tembakau. Ironisnya, prevalensi perokok menurut usia dan gender pada kelompok usia 15 sampai 24 tahun, mencapai sebanyak 51,7 persen. Ini termasuk anak-anak dan remaja kelompok usia 15 hingga 18 tahun.

Paparan iklan dan sponsor rokok dianggap memiliki peran penting pada situasi ini.  Pengaturan iklan dan promosi rokok sangat diperlukan dalam upaya pencegahan perilaku merokok dini. Sejak 14 Mei 2013 Kota Denpasar telah memiliki Peraturan Walikota No. 14 tahun 2013 tentang penundaan sementara pemberian izin reklame di Kota Denpasar. Perwali ini mulai berlaku selama satu tahun dari tanggal diundangkan. Walikota  Denpasar pun telah memiliki komitmen yang kuat dalam pengaturan iklan rokok luar ruang. Hal ini dibuktikan dengan langkah awal yang baik dengan mengganti iklan LED pada salah satu lokasi strategis di Kota Denpasar yang sebelumnya mengiklankan  produk rokok dengan iklan layanan masyarakat. Langkah Walikota Denpasar ini patut mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Untuk langkah selanjutnya diharapkan Pemerintah Kota Denpasar dapat segera mengesahkan Perwali yang mengatur iklan rokok luar ruang di Kota Denpasar.